Kota Medan | Pemerintah Kota Medan melibatkan 171 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Galeri Mustika Deli Dekranasda Kota Medan. Kepala Dinas Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Hendra Ridho, menyebut jumlah tersebut merupakan sebagian dari ribuan UMKM binaan pemerintah kota. Ia menyampaikan keterangan itu di Medan pada Selasa.
Keterlibatan 171 UMKM tersebut menunjukkan bahwa galeri menjadi salah satu wadah yang digunakan Pemkot Medan dalam mendukung pelaku usaha binaan. Jumlah yang terlibat belum mencakup seluruh UMKM yang berada dalam pembinaan pemerintah kota. Dengan demikian, para pelaku usaha yang hadir di Galeri Mustika Deli merupakan bagian dari kelompok yang lebih luas, yakni ribuan UMKM binaan Pemkot Medan.
Informasi mengenai jumlah peserta ini memberi gambaran tentang skala keterlibatan UMKM di galeri tersebut. Pernyataan Hendra Ridho juga menempatkan kegiatan di Galeri Mustika Deli dalam konteks program pembinaan pemerintah kota terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, keterangan yang disampaikan dalam informasi ini tidak merinci jumlah keseluruhan UMKM binaan maupun rincian bidang usaha para peserta. Tidak disebutkan pula informasi tambahan mengenai lama keterlibatan setiap pelaku usaha atau mekanisme pemilihan mereka. Karena itu, angka 171 merujuk pada UMKM yang dilibatkan di Galeri Mustika Deli, sedangkan ribuan lainnya menggambarkan cakupan binaan Pemkot Medan secara keseluruhan. Penyebutan kedua angka tersebut membedakan peserta yang berada di galeri dari jumlah UMKM yang lebih luas dalam pembinaan. Galeri Mustika Deli Dekranasda Kota Medan menjadi lokasi keterlibatan tersebut, sebagaimana disampaikan kepala dinas terkait saat memberikan keterangan di Medan pada Selasa.
Jumlah pelaku usaha yang mengisi Galeri Mustika Deli Medan tercatat bertambah sejak tempat tersebut diresmikan pada Juli 2026. Saat peresmian, galeri ini menampung 141 pelaku usaha. Kini, jumlah UMKM yang tercatat mengisi galeri mencapai 171. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebanyak 30 UMKM dibandingkan jumlah pada masa peresmian. Perbandingan angka tersebut menunjukkan perkembangan jumlah peserta yang terdata, tanpa dengan sendirinya menjelaskan bagaimana penambahan itu berlangsung.
Para pelaku usaha yang hadir di Galeri Mustika Deli merupakan UMKM binaan Pemerintah Kota Medan. Mereka tidak mengisi ruang galeri secara otomatis, melainkan telah melewati proses kurasi. Keterangan mengenai status binaan dan kurasi ini menjadi bagian penting untuk memahami siapa saja yang tampil di tempat tersebut. Galeri ini menampung produk dari pelaku usaha yang berada dalam cakupan pembinaan pemerintah kota dan telah melalui tahapan seleksi sebelum menjadi peserta.
Perubahan dari 141 menjadi 171 peserta memberi gambaran mengenai skala UMKM yang saat ini terwakili di Galeri Mustika Deli. Angka 30 merupakan selisih jumlah ketika galeri diresmikan dan jumlah terkini yang disebutkan. Namun, informasi yang tersedia tidak menerangkan alasan atau tahapan yang menyebabkan jumlah peserta meningkat. Karena itu, pertambahan tersebut sebaiknya dipahami sebagai perkembangan jumlah yang tercatat, bukan sebagai bukti adanya faktor tertentu. Penyajian angka secara berimbang membantu pembaca membedakan fakta jumlah peserta dari dugaan tentang proses penambahannya. Dengan data tersebut, masyarakat dapat mengetahui bahwa galeri kini menampung lebih banyak UMKM binaan yang telah melalui kurasi dibandingkan saat dibuka pada Juli 2026, sementara penyebab perubahan jumlahnya tetap tidak dijelaskan.
Galeri Mustika Deli Medan menghadirkan beragam produk yang mencerminkan kegiatan dan kreativitas pelaku usaha lokal. Ragam yang ditampilkan mencakup fesyen, wastra, kriya, produk kreatif, serta makanan dan minuman. Kehadiran berbagai kategori tersebut membuat galeri menjadi ruang untuk mengenalkan hasil usaha dari sejumlah bidang kepada pengunjung. Produk-produk itu berasal dari Kota Medan, sebagaimana disampaikan Hendra Ridho. Dengan demikian, galeri tidak hanya menampilkan satu jenis barang, tetapi memperlihatkan keluasan karya dan usaha yang tumbuh di kota ini.
Setiap kategori memberi gambaran berbeda mengenai potensi yang dikembangkan para pelaku UMKM. Fesyen dan wastra menunjukkan ragam usaha di bidang pakaian serta karya berbasis tekstil, sementara kriya dan produk kreatif menghadirkan hasil keterampilan dan gagasan usaha lainnya. Di sisi lain, makanan dan minuman memperlihatkan keterlibatan pelaku usaha di sektor kuliner. Seluruhnya ditempatkan dalam satu galeri agar pengunjung dapat melihat variasi produk secara langsung. Penyajian lintas kategori ini juga membuka kesempatan bagi produk lokal untuk lebih dikenal, tanpa membatasi perhatian pada satu bidang usaha saja.
Skala partisipasi dalam galeri terlihat dari keterlibatan 171 pelaku usaha binaan. Para pelaku usaha tersebut membawa ribuan produk untuk ditampilkan di Galeri Mustika Deli Medan. Jumlah itu menggambarkan luasnya pilihan yang tersedia sekaligus besarnya kontribusi UMKM dalam mengisi ruang pamer. Meski jenis produk yang dibawa beragam, seluruhnya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan usaha lokal kepada masyarakat. Bagi pengunjung, kehadiran koleksi tersebut memberi kesempatan untuk mengenali hasil karya dan produk dari Medan dalam satu tempat. Bagi pelaku usaha, galeri menjadi salah satu ruang promosi yang mempertemukan produk mereka dengan calon pembeli dan khalayak yang lebih luas. Ragam fesyen, wastra, kriya, produk kreatif, serta kuliner yang ditampilkan menegaskan bahwa UMKM binaan memiliki cakupan usaha yang beragam. Galeri ini pun memperlihatkan potensi produk lokal melalui karya dan barang yang dibawa oleh para peserta binaan.
Pelibatan pelaku usaha lokal di Galeri Mustika Deli Dekranasda merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Medan untuk memperluas ruang bagi UMKM setempat. Hendra Ridho menyampaikan bahwa keberadaan galeri ini diarahkan untuk menyediakan wadah promosi bagi usaha dan produk binaan. Dengan adanya tempat untuk memperkenalkan hasil usaha, para pelaku UMKM memiliki sarana untuk menampilkan produk kepada masyarakat. Tujuan tersebut menjadikan galeri bukan sekadar tempat menampung produk, melainkan juga ruang yang dapat mendukung pengenalan usaha lokal. Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah kota terhadap pengembangan UMKM di Medan, termasuk melalui pelibatan mereka dalam sebuah galeri.
Wadah promosi dinilai penting karena pelaku usaha membutuhkan kesempatan untuk memperkenalkan produk yang telah mereka kembangkan. Melalui Galeri Mustika Deli Dekranasda, UMKM binaan dapat menampilkan produk dalam ruang yang disediakan untuk tujuan tersebut. Bagi Hendra Ridho, penyediaan ruang promosi menjadi bagian dari langkah untuk membantu usaha lokal berkembang. Perhatian tidak hanya tertuju pada keberadaan produk di galeri, tetapi juga pada peluang bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan usaha dan mutu produk mereka. Dengan demikian, pelibatan UMKM dimaksudkan agar mereka memperoleh sarana yang menunjang proses pengenalan sekaligus pengembangan usaha.
Harapan terhadap galeri ini berpusat pada kemudahan yang dapat dirasakan oleh para pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Hendra Ridho berharap Galeri Mustika Deli Dekranasda dapat menjadi wadah yang membantu mereka mempromosikan produk, sekaligus memberi ruang untuk mendorong perkembangan usaha. Harapan itu mencakup kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk terus mengembangkan produk yang dimiliki sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan bisnisnya. Kehadiran galeri diharapkan dapat mendekatkan UMKM pada sarana promosi yang mendukung tujuan tersebut, tanpa mengesampingkan proses pengembangan yang perlu dilakukan oleh masing-masing pelaku usaha. Hendra Ridho berharap keberadaan Galeri Mustika Deli Dekranasda dapat mempermudah para pelaku usaha mengembangkan usaha dan produk mereka.






