(Pexels/Kindel Media) Sebanyak lebih dari 153 juta hasil pindai (scan) surat izin mengemudi (SIM) Amerika Serikat (AS) dan Kanada diduga bocor dan sempat diperjualbelikan di dark web.
Data lain dalam laporan menunjukkan SPPG di Mojokerto Meledak Akibat Gas Bocor, 5 Orang Luka-luka Kebocoran semacam ini berpotensi dimanfaatkan untuk berbagai bentuk penipuan identitas maupun kejahatan siber lainnya. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini! Minggu, 23 Agustus 2026 | 16.45 WIB Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli! Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU? 35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Ilustrasi seorang pengemudi menyerahkan SIM ke polisi. Seperti dilansir dari Engadget, jurnalis keamanan siber Brian Krebs menjadi salah satu korban dalam kebocoran data tersebut. Data tersebut ditawarkan melalui sebuah layanan bernama Nexus yang menyediakan berbagai dokumen pribadi lainnya. Menariknya, Krebs mengetahui keberadaan basis data itu setelah seseorang memberitahunya bahwa hasil pindai kartu identitas miliknya digunakan sebagai sampel gratis untuk mempromosikan layanan Nexus. Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Sebelum Makin Parah Krebs kemudian berinteraksi langsung dengan para pelaku untuk memastikan keaslian data yang diperjualbelikan.
Para pelaku bahkan memberikan hasil pindai SIM milik Krebs sendiri. Korban lainnya juga mengonfirmasi bahwa dokumen yang ditawarkan merupakan data mereka yang sebenarnya. Selain SIM, basis data tersebut dilaporkan berisi berbagai dokumen pribadi lain, seperti kartu medis, catatan pekerjaan, dan kartu identitas penduduk. Para pelaku juga sempat memperlihatkan kepada Krebs hasil pindai SIM milik Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut dokumen identitas pejabat tinggi pemerintahan AS. Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah













