Lokasinya berada di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Lanskapnya bukan dibentuk sebagai taman wisata, tetapi lahir dari aktivitas pertanian masyarakat yang berlangsung di kawasan perbukitan. Wisatawan bisa menikmati hamparan tanaman hijau dari ketinggian, menyaksikan kabut yang perlahan terangkat pada pagi hari, atau menunggu perubahan warna langit menjelang petang.
Keterangan yang tercatat menyebut Tanaman tersebut mengikuti bentuk lereng dan menghasilkan garis-garis alami yang terlihat jelas ketika dipandang dari kejauhan.
Data lain dalam laporan menunjukkan Dari pusat Majalengka, kawasan ini berjarak sekitar 21 kilometer dan dapat ditempuh sekitar 45 menit hingga satu jam menggunakan kendaraan pribadi, tergantung kondisi perjalanan. Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang! Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor Profil Matheus Lagoa! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa 'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Terasering Panyawengan Majalengka (Dok. Ramdhani) Ada alasan mengapa Terasering Panyaweuyan menjadi salah satu lanskap alam yang menarik perhatian wisatawan di Majalengka. Bukan karena sawah padi yang membentang luas, melainkan karena bukit-bukit pertanian hortikultura yang tersusun mengikuti kontur lereng, berpadu dengan udara sejuk dan siluet Gunung Ciremai. Pemandangan seperti ini membuat perjalanan ke Panyaweuyan terasa berbeda dari wisata alam kebanyakan. Nama terasering biasanya langsung membawa bayangan pada petak-petak sawah.
Panyaweuyan menawarkan gambaran yang sedikit berbeda.Lahan pertanian di kawasan ini didominasi tanaman hortikultura seperti bawang merah, daun bawang, dan berbagai tanaman sayuran. Inilah yang membuat panorama Panyaweuyan memiliki karakter tersendiri. Perubahan musim tanam juga membuat pemandangannya tidak selalu sama. Warna dan tekstur lahan dapat berubah mengikuti jenis tanaman serta fase pertumbuhan, sehingga kunjungan pada waktu berbeda bisa memberikan pengalaman visual yang berbeda pula. Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?













