Iran Ejek AS: Mau Bebaskan Utang, Asal Anak Muda Mati di Perang

Iran Ejek AS: Mau Bebaskan Utang, Asal Anak Muda Mati di Perang

Krisis Berlanjut, Produsen Mobil Jerman Volkswagen Akan Pangkas 50 Ribu Pegawainya Bagi Iran, usulan tersebut menjadi bahan sindiran karena persoalan ekonomi anak muda Amerika justru ditempatkan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan personel perang.

Keterangan yang tercatat menyebut Sebuah kolom opini di The Jerusalem Post secara terang-terangan mengapungkan gagasan persis seperti itu: menggunakan utang pinjaman mahasiswa dan kartu kredit untuk merekrut warga Amerika agar berperang melawan Iran.

Data lain dalam laporan menunjukkan Perang milik orang lain." tulis Baghaei Ia kemudian menambahkan: "Jangan biarkan siapa pun mengubah anak-anak Anda menjadi tentara bayaran untuk perang ilegal pilihan mereka". Dalam artikelnya, Jaff berargumen bahwa kekuatan personel militer Amerika saat ini tidak cukup untuk menjalankan invasi darat berskala besar ke Iran.Ia memperkirakan operasi tersebut membutuhkan 750.000 hingga 1,5 juta tentara Amerika, jauh di atas jumlah personel aktif Angkatan Darat AS yang disebut sekitar 452.000. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini! Sabtu, 5 September 2026 | 03.05 WIB Jumat, 4 September 2026 | 18.48 WIB Jumat, 4 September 2026 | 18.37 WIB Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama! Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Tentara Amerika tewas di Yordania (Foto/Newswires). Iran mengejek Amerika Serikat (AS) setelah muncul usulan kontroversial untuk menghapus utang mahasiswa dan kartu kredit warga muda AS sebagai imbalan kesediaan mereka bergabung dalam perang melawan Iran. Teheran menyebut gagasan itu sebagai upaya menjadikan anak-anak Amerika 'tentara bayaran' untuk perang yang diinginkan Israel. Sindiran tersebut dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei melalui unggahan di X, Jumat. Wahai rakyat Amerika, tanyakan pada diri kalian satu pertanyaan: Mengapa anak-anak kalian harus ditawari penghapusan utang sebagai imbalan untuk berperang dan mati dalam perang yang ingin diteruskan dan diperluas oleh Israel?" tulis Baghaei.

Baghaei merujuk pada artikel opini di The Jerusalem Post yang mengusulkan skema penghapusan utang sebagai insentif untuk merekrut ratusan ribu warga Amerika jika Washington memutuskan melakukan invasi darat ke Iran. Usulan yang menjadi sasaran Baghaei datang dari AJ Jaff. Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah! Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi