Peralihan ini sebenarnya telah berlangsung sebelum krisis Selat Hormuz

Peralihan ini sebenarnya telah berlangsung sebelum krisis Selat Hormuz

Pada saat banyak kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel berkurang penggunaannya, perjalanan dengan mobil listrik, bus, kereta api, dan truk listrik justru meningkat. Pada kuartal kedua 2026, emisi karbon dioksida Tiongkok turun 1 persen.

Keterangan yang tercatat menyebut Lauri Myllyvirta, analis utama Centre for Research on Energy and Clean Air, mengatakan percepatan perubahan di sektor transportasi sudah semakin jelas.

Data lain dalam laporan menunjukkan Dilansir dari The Guardian, Jumat (4/9/2026), data energi kuartal kedua dari Biro Statistik Nasional Tiongkok yang dianalisis Centre for Research on Energy and Clean Air menunjukkan negara itu bahkan mampu meningkatkan penggunaan transportasi secara keseluruhan meskipun impor minyaknya anjlok 32 persen. Penurunan tersebut setara sekitar satu juta barel per hari. Berkurangnya pembelian dari importir minyak terbesar dunia membantu menahan tekanan harga minyak internasional, meskipun harga tetap melonjak sekitar 60 persen dalam beberapa minggu dan bulan setelah serangan udara pertama Amerika Serikat pada akhir Februari. Konsumsi minyak Tiongkok secara keseluruhan turun 9 persen, sementara penggunaan untuk transportasi merosot 16 persen. Pada semester pertama 2026, peralihan menuju kendaraan listrik disebut telah menggantikan konsumsi minyak dalam jumlah yang setara dengan seluruh penggunaan minyak Inggris selama enam bulan.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Krisis minyak akibat perang Iran justru mempercepat laju elektrifikasi Tiongkok / Foto: (The Guardian) Krisis geopolitik di Timur Tengah justru menyoroti perubahan besar dalam peta energi global. Ketika pasokan minyak melalui Selat Hormuz terguncang akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Tiongkok mampu memangkas konsumsi minyak tanpa mengorbankan mobilitas. Perkembangan ini memunculkan harapan bahwa ekonomi penghasil emisi terbesar dunia itu mulai mendekati titik balik dekarbonisasi. Penurunan tersebut terutama didorong oleh merosotnya penggunaan minyak, di tengah kenaikan penggunaan kendaraan listrik dan transportasi umum. Yang paling penting, ini menjadi pertama kalinya penurunan emisi nasional Tiongkok terutama dipicu oleh berkurangnya konsumsi minyak, bukan batu bara.

Bagi pasar global, perubahan ini sangat signifikan. Sekitar dua pertiga penurunan impor berasal dari pelepasan cadangan minyak strategis, sedangkan sepertiganya mencerminkan penurunan permintaan nyata. Analisis lain menunjukkan penggunaan kendaraan listrik menjadi faktor utama dalam perubahan struktural tersebut. Peralihan ini sebenarnya telah berlangsung sebelum krisis Selat Hormuz. Tiongkok kini menjadi produsen, pengguna, sekaligus eksportir utama baterai, kendaraan listrik, turbin angin, dan panel surya. Gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia kemudian memperkuat alasan ekonomi dan strategis untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak. Karena itu, sejumlah analis memperkirakan sebagian permintaan minyak yang hilang tidak akan sepenuhnya kembali bahkan apabila harga minyak mentah dunia kembali turun. Ini merupakan pembuktian terhadap strategi keamanan energi yang telah diterapkan Tiongkok,” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi mulai berfungsi bukan hanya sebagai pilihan teknologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan energi. Produksi listrik berbasis batu bara justru meningkat pada kuartal tersebut karena perubahan insentif ekonomi dan keterlambatan penyesuaian jaringan listrik yang menyebabkan energi angin serta surya terbuang. Meski demikian, tren jangka panjang dinilai tetap bergerak menjauhi bahan bakar fosil. Jangan sampai ketinggalan berita hari ini! Selasa, 18 Agustus 2026 | 15.33 WIB Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli! Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU? 35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol! Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah