Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk mempercepat pengembangan bandar antariksa di Biak, salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Bandar Antariksa pada Mei 2026.
n
Keterangan yang tercatat menyebut Ia mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengundang dan berdiskusi dengan badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengenai potensi kerja sama tersebut. “Kami bahkan belum sampai pada tahap awal kerja sama, pertemuan itu baru sebatas diskusi awal,” kata Tolchenov dalam media briefing di Jakarta, Rabu. BRIN usulkan rencana bandar antariksa di Biak Papua jadi PSN “Kalaupun nanti Indonesia menggunakan bandar antariksa itu untuk meluncurkan satelit militer atau fasilitas keantariksaan lainnya, itu adalah keputusan Indonesia,” kata Tolchenov.
n
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Jakarta (ANTARA) – Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan Rusia dan Indonesia masih dalam tahap diskusi terkait kolaborasi pengembangan bandar antariksa di Biak, Papua, dan menyangkal bahwa fasilitas tersebut akan menjadi pangkalan militer Rusia. Ia mengonfirmasi belum ada satupun perjanjian kerja sama yang ditandatangani antara kedua belah pihak dan menyebut ada kemungkinan bahwa BRIN tengah menjalin pembahasan serupa dengan negara lain. BRIN: Bandar antariksa Biak simbol kemandirian ekosistem antariksa Meskipun demikian ia tetap menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung rencana pengembangan bandar antariksa pertama milik Indonesia itu, mengingat Rusia memiliki teknologi yang sudah teruji di bidang keantariksaan. Keputusan sepenuhnya ada di tangan BRIN untuk memilih mitra. Namun jika Roscosmos dan Rusia yang dipilih, kami akan sangat senang dan saya yakin kami mampu mewujudkan proyek ini untuk Indonesia," ucapnya.
n
Terkait isu pemanfaatan bandar antariksa di Biak sebagai pangkalan udara Rusia, Dubes Tolchenov menyangkal hal tersebut dan menegaskan bahwa fasilitas keantariksaan tersebut merupakan murni milik Indonesia tanpa adanya fungsi ganda untuk kepentingan pihak asing. Ia percaya Indonesia sebagai negara yang berdaulat tidak akan pernah memperbolehkan wilayahnya menjadi pangkalan militer bagi negara lain. Selain Rusia, Indonesia juga sedang menjajaki kerja sama di bidang keantariksaan dengan India. Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Jakarta awal Juli lalu. RI gandeng Rusia rencanakan pembangunan bandar antariksa pertama Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
n
Referensi: antaranews.com.














Respon (1)